Donderdag 11 April 2013

Puisi Untuk Sahabat

Katakan pesan merpati Sampaikah jalanmu di sana nanti Ucapku menunggu mati Dalam kelam tersipu sepi Dapatkah langkah Merasakan anugrah Pencipta gundah Dan penglihatan terindah Dalam setiap jiwa yang terbelah Pelangiku di sana… Lebih indah, dari aurora Yang singgah dalam jiwa Yang buat hidupku bermakna Yang bagiku nyawa Terpilih selamanya Ucapku dengan setia Tapi, Retak sudah hati Tak layak dipandang Pantas terbuang Berakhir usang Di mata kekasih hati Apakah nanti? karya : Kukuh ================================================== Sore ini..dikeremangan senja… Aku masih setia pada rinduku… Menunggumu…memuaskan dahagaku.. Aku perempuan dengan rindu yg terabaikan.. Bukan karena tak ada yg merindukanku… Tapi aku hanya mau rindumu..bukan rindunya.. Bongkahan rinduku..tak tercairkan terik mentari… Hanya hadirmu yang mampu mencairkannya.. Terima kasih untuk senyummu dikejauhan sana… Tapi kali ini aku ingin dirimu hadir dan merengkuhku dalam pelukmu.. Meski hanya sesaat…aku ingin… karya : bunga savana ================================================== Aku bisa sedih dan sedih.. Jika kau selalu perlakukan aku seperti ini.. Kini aku diam bukan arti aku tak bicara tapi aku tak mampu bersuara.. Karena cinta dari mu ku ibaratkan seperti air yang selalu mengalir dan seperti itu lah aku mencintaimu.. Dari hati tak selalu pamrih dari jiwa yang tak selalu suci ingin sekali aku menyayangi mu namun, cinta ini siksa jika ku tak ada kamu,.. walaupun kini aku tak senada dengan janjiku ku ingin cinta ini dapat kau sambut karena, jauh di lubuk hatiku.. kau masih kekasih ku,, By fikri haykal ================================================== Rindu yang kini datang menghampiriku. Tak akan pergi begitu saja tanpa pertemuan denganmu. Ku terhanyut dalam buaian rindu yang masuk kedalam sukmaku. Kini hanya bayangmu yang merajalela dalam kaLbu. Tak kuasaku menahan asaku. Ingin bertemu dan berpeluk mesra denganmu. Hatiku kini terbuai oleh samudra cinta yang kau berikan untukku. Kini kaulah hantu yang selalu membayang-bayangi setiap langkahku. karya: aryhanie el afiefi ================================================== Seakan awan pun mengerti tentang derita ku .. perihku,sakitku, karna kehilangan cinta awan terbendung dan menghasilkan tetesan air yang melambangkan air mataku yang terus mengalir dari mata,pipi hingga jatuh ke tanah .. lama sudah aku larut dalam kesedihan ini .. ” apakah semua ini ada akhirnya??” tanyaku pada sang mentari .. mentari hanya tersenyum merekah dan menampakkan sinarnya pada dunia memberiku isyarat .. Dan aku mulai bangkit dari keterpurukanku .. tak lama mentari tersenyum .. sesosok orang yang aku butuhkan selama ini datang .. betapa girangnya aku … akhirnya dia kembali untukku .. terimah kasih tuhan .. akhirnya aku temukan dia .. yang selama ini aku harapkan .. dan ku cintai .. Puisi ini karya : Riski amina ( ana ) ================================================== Setiap kudengar lagu ini fikirku melayang mengingatmu kau nyanyikan beribu kali lagu ini untukku terbuai aku akan indah suaramu… kau akan selalu disampingku kala bintang menghilang menemani, menghiasi hatiku… Namun, kini tak kuasa aku mendengarnya saat kau putuskan tuk pergi dari hidupku lagumu kini terasa sumbang dihatiku lagu yang berisi semua janjimu padaku… biarlah kini kusimpan dalam memori lagu sendu… lagu janjimu… puisi ini karya : Sri Wulan ================================================== Aku pernah merasakan rasa ini rasa yang sebelumnya menyakitiku rasa yang dulu membuatku hancur namun rasa yg juga membuatku bahagia… aku pernah membenci rasa itu karna rasa itu selalu mengahncurkanku membuat air mataku jatuh membuat hatiku rapuh mjdi keping keping kini rasa itu hadir kembali untuk seseorang yang ku nanti dia bisa membuatku bahagia entah itu hanya sementara atau akan selamanya tapi,sakit karna luka yang dulu masihlah membekass,mungkin akan selamanya membekas luka itu akan selalu ku ingat dalam memori ingatan inii …….. semua ini merupakan pelajaran berharga bagiku… {puisi ini karya : heni okta} ================================================== Demikian rasa datang semata Mawar merah dan melati putih darah dan suci segala cintaku hilang terbang Melambai pulang perlahan Sabar, setia selalu tiada kata tiada perbandingan setiap bertemu lagi tak bisa bicara tentang abadi hidup yang kita pilih tanpa kasih Lalu kita sama termangu Saling bertanya : Apakah ini? Cinta? Kita berdua tak mengerti Sehari kita bersama tak hampir menghampiri Hatiku yang tak memberi dimana engkau rupa tiada suara sayup hanya kata merangkai hati kasihmu sunyi Menunggu seorang diri jika kau datang sekuat raksasa atau kau menjelma setampan arjuna kusedia hati akan berbakti jika tak bimbing aku belajar kembali mengeja alif ba’ ta’ cinta insp: Solichatul H ================================================== Kekasih,, entah dari mana aku harus memulai,, entah dari mana aku harus mencari kesalahan,, entah hakim mana yang harus aku sanding,, entah langit yang mana yang harus aku tengok,, Kekasih,, kerinduan ini adalah kenormalan,, perpaduan antara ambisi dan ketidak mampuan diri pada kenyataan,, kerinduan ini adalah perjuangan yang telah selesai tapi masih riuh terngiang,, Kekasih,, kedalaman hati adalah keabsurban yang tak kan mampu aku ukur,, layaknya koyakan yang pedih nan dalam lah kerinduan ini,, hingga tak ada yang mampu aku sanding, terlebih sang waktu,, Kekasih,, jika waktuku habis dalam perbedaan,, aku tak kan memilih tawaran surga dan tak kan kuhiraukan kutuknya neraka,, aku kan memilihmu sebagai tebusan belenggu rindu,, Kekasih,, lihat aku yang makin cacat lusuh,, lihat kondisiku sebagai bayaran yang tak kan pernah lunas,, tebusan akan merindukanmu,, Karya : David abbas ================================================== Sayangku,, Inilah nyanyian Rinduku.. yang hanya ku Persembahkan Untukmu.. Asa ku yang selalu menanti kedatanganmu.. Rasa ingin bertemu akan sosokmu.. Follow Kami : Pandangan matamu yang selalu menggodaku.. pancaran senyummu selalu menghiasi bayanganku.. Senyum dan tawa selalu menghiasi bibirmu.. Ku terpesona Kelembutanmu.. Ku terpesona akan Kasih sayang mu.. Rasa Rinduku yang Semakin Menggebu… Sayang Aku Rindu Kamu… Karya: Dinna Arifannie Prattiwiee DharmaWijaya ================================================== ================================================== saat kata tak mampu terucap dihapanmu, hati ini amatlah rapuh, hati ini merindumu, hati ini menjerit memanggilmu, rasa ini berkobar ingin rasakan hadirmu, rindu ini amatlah besara, bagai pagi tak bertemu malam, tak mungkin ku berlari mengejar bayangmu, tak mungkin ku menjerit memanggil namamu, hanya ada satu kata “Rindu“, takkan indah warna hidupku, tanpa warna dihidupmu, sempurna kasihku, hanya untukmu, kasihku , , , ku harap kau mendengar, kau mengerti pinta hatiku, ku rindu padamu, selalu ku merindu . . . salam rindu kasihku . . . “Ah_Ain” Andri Setyawan ================================================== Saat kata tak mampu terungkap langsung, hati ini menjerit memanggilmu, bagai pagi yang tak bertemu malam, dinding hati ini roboh akan terpaan rinduku, rindu padamu kekasih hati, tak mungkin ku berlari terus, mengejar bayangmu, tak mungkin ku menjerit memanggil namamu, ku selalu merindu, duhai kekasih hati, dengarlah pita hatiku, datanglah pada pemilik hati ini, meski jauh, namun . . . ku kan tetap menunggu, sebagai tanda cinta, tanda sayang, dan . . . setiaku padamu, salam rindu kasihku . . . “Ah_Ain” Karya : Andri Setyawan ================================================== Menapak disetiap jejak kaki Menuju gerbang kebahagiaan Disini kuberharap akan hadirnya dirimu Menemani di kegalauan hati Menghapus awan kelabu yang membalut jiwa Menghapus kerinduanku yang menggelora Datanglah kasih dimalam sunyi ini Ingin kudamai dalam dekapan cintamu Belai diriku dalam dalam dinginnya malam Yang menyeruak kedalam bilik asmaraku Jangan kau biarkan mawar cintaku melayu Tanpa siraman air kasihmu Ku ingin kecupan mesra menghantar tidur lelapku… Puisi ini karya : Alena Pietersz ================================================== Rasa yang lelah rasa yang ada rasa yang terhenti.mancari jati diri ku menemui mu tiap malam sepi ku tiap malam ku pilu hanya diri mu….bayangmu………candamu semua memeluk ku dalam segala rasa yang ada kini kau seakan memnpertanyakan menyangsikan hingga lara ku seakan tak berujung derita ini kan jadi milik ku ABADI……….SELAMANYA By Arya Rayatul Achsam ================================================== Ku masih membisu di keheningan malam… sejenak memikirkan sebuah nama… nama seseorang yang kini dalam gelisahku.. orang yang berart bagiku.. saat ku jauh darinya… ku memohon pada sang dewi malam… mohon jagalah ia saat aku jauh darinya… tunjukan orang yang tulus padanya… buat lah ia selalu ceria meski ku merana olehnya… dikala ku berjumpa ,ku meninggalkan dirinya saat aku berjumpa… ku tak mau kau ikut merindukan sang pujangga rendahan ini… Cukuplah aku dan sang dewi malam yang tahu Rindu sang pujangga ini…… Karya : Mr.H ================================================== Sering kuterdiam karena benakku bertanya-tanya Sering kutermenung karena jiwa ini menuntut jawaban Sering kumenangis bila teringat akan kenangan yang telah usam Sering kutersesat dalam jalanan cinta yang tak menentu arahnya Kata orang hidup ini begitu singkat Namun mengapa kita tak kunjung bertemu Terpisahkan oleh jarak dan waktu Kata orang semua perlu proses Namun sampai kapan kuharus menunggu Dalam kurun waktu yang tak pasti Kapan rindu ini dapat sampai? Kapan hati kita akan bertemu? Kapan tangan ini tak lagi harus melambai? Kapan jiwa ini akan bersatu? Puisi ini karya: Vita Magdalena Bernadi ================================================== Rindu ku pada mu kembali terjaga seperti kemarau yang bermusim begitu panjang tak kala embun pun tiada terjumpai pada kerontang kering terhampar sepanjang lapang hijau terkulum layu semilir pun merajah nanar yang menampar ketika tandus mengeluh pada jerami yang terkapar ketika gersang mengaduh pada kering yang tersungging kuning tertunduk pucuk pucuk ilalang menghiba pada hujan yang tak kunjung datang seperti rasa ku yang lama terpasung sunyi saat cinta telah dalam terbenam dalam kiasan saat kasih telah terlupa jauh tanpa secarik kisah ketika rindu berai bertabur gundah yang merajah dan kenangan ter’endap dalam palung hati terdalam tak qayal,suatu saat aku akan kembali merindukan mu seperti saat ini ,ketika rapuh hati ku letih terbalut sepi puisi ini karya : Klick Arie ================================================== Istriku…kurindukan bau ubun-ubunmu Sekarang aku telah kehilangan itu Aku kehilangan…ketika kau rebahkan kepalamu Di pelukan hangat di dadaku Hari ini adalah hari jadimu… Sekarang kau rebahkan kepalamu di pelukan hangat di dada Tuhan Apakah kau tak rindu lagi kepadaku…? Hari ini kurindukan bau ubun-ubunmu sayang…~ Dadaku tempat biasanya kau rebahkan kepalmu… Kini kian hari semakin ringkih… Ku peluk angin…berbisikkan du’a Istriku…berbaringlah tetap disana… Transit menuju surgamu… Cintaku akan berubah menjadi untaian-untaian du’a Tersenyumlah sayang…. Karya : Hanafi ================================================== Di hari yang fitri ini Harusnya aku bersamanya Mendampingi mereka Seperti anak-anak yang lain Aku dengar jerit kesedihan mu Seperti aku mendengar takbiran Aku tau kerinduanmu teramat dalam Selaksa dalamnya laut atalantic Malaikat kecilku…… Aku tak ingin engkau tau Tentang seberapa dalamnya rinduku padamu Dan aku juga tak ingin kau tau Betapa sedihnya saat takbir akbar menggema Yang kau lihat hanya senyumku Yang kau dengar hanya tawaku, Candaku Saat aku menyapamu Tapi tak pernah kau dengar Dalam hati melirih perih Menetes air mata darah ketika aku mengingatmu Dalam genangan-genangan kerinduanku Aku selelu berdao untukmu Semoga kelak kita dapat berkumpul kembali Seperti masa sebelumnya Karya : zarror (nanang) ================================================== Saat itu kita bersama-sama, susah senang dan duka Ketika dirimu dirindung pilu, aku pun ada disampingmu Tapi ada satu yang kamu tidak ketahui, ketika ku memikirkan bagaimana hari esok Dan bagaimana kita merangkai, semuanya jika kita masih bersama….. Rasa inginku untuk bersamamu itu sangat lebih Disaatku bertemu denganmu pada hari itu Tetesan air mata ku tak terbendung sedikit pun Pertanda rinduku selama ini tercapai… sahabat kemana saja engkau pergi..? 10 tahun lamanya kita tak jumpa, masih ingatkah engkau saat kita di sebuah saung kecil, dimana saat itu hujan lebat, kau bilang kepadaku “kitaakan selamanya seperti ini, berdua tak ada yang memisahkan”…. Sahabat, rinduku telah terbayar akan hadirnya dirimu… Terimakasih atas semuanya jika kita bisa bertemu lagi, akan ku ajak engkau mengelilingi kota jakarta bersamaku

Geen opmerkings nie:

Plaas 'n opmerking